Jumat, 23 September 2016

Appreciate my privacy area!

I hated people who disturb my privacy area.

Tersangka utamanya adalah adikku. Walaupun kami sesama perempuan, bukan berarti dia bisa seenak jidatnya keluar-masuk kamarku. Apalagi kalau sedang mencari sesuatu. Nggak nanggung-nanggung. Kamarku langsung berubah menjadi wilayah yang terkena angin topan. Semuanya berserakan. And i really hate it. 

Kalau sudah begini biasanya aku bakal gantian acak-acak kamarnya.Hehehe... take that. (Dan di belakang author sang adik ngamuk-ngamuk nggak jelas.) 

Dan lagi jika ada orang lain yang berada di dekatku, sampai-sampai melewati batas privasi. Hal ini, well, sering aku alami sebagai seorang pekerja part time di rental internet milik keluarga.

Jadi ceritanya, setiap aku sedang giliran berjaga. Pasti ada saja yang bertanya, "Kak, waktu komputer ini tinggal berapa?"
"Kak, kok waktu komputer ini bertambah" dan 'kak-kak' yang lainnya. Kalau bertanya biasa aja sih nggak apa-apa. Tapi iniloh, mukanya di condongi ke depan, jadi persis di samping kepalaku. Dah nafasnya bau lagi (apaan). Kalau dah begini biasanya bakal aku usir. Tapi kalau berulang lagi. Biasanya aku mogok jaga. Males sih, jaga tapi yang main nggak punya sopan santun.


Yah, pokoknya begitu deh. Kalian tentunya juga bakalan risih kan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar