Jika ingin mengopy, tolong cantumkan credit yah :) untuk menghormati para pembuatnya XD
1. By Chinatsu Kinoshita
Di bawah naungan kelam
Ku buka mata
Di bawah kelabu tangis
Ku ucap do'a
Inikah akhir?
Inikah karma?
Kau telah berpayung
Di bawah kain hijau
Kau akan hilang
Di telan sang bumi
Hei, apa kau bahagia?
Meninggalkan kami
Dengan segala plipur lara
Tak mencoba berhenti
Mencoba terkubur
Mencoba menghilang
Apakah itu yang kau inginkan?
Kenapa?
Dan kau hanya membisu
Tanpa bisa menjawab apapun
2. By Leonyta Camelia
Jingga meninta dirgantara senja
Menyelundupkan sinar berlebih ke retina
Kupeluk reminisensi yang nyaris tenggelam
Bersama sang baskara di ufuk barat
Mengoyak inci demi inci kisah lampau dalam ruang memori
Mencari secarik arsip yang terselip di dalamnya
Tersulam dari asa kita
yang tak sempat menyentuh realita
Sensasi nostalgia menggelenyar dalam dada
Sembilu kasat mata menyayat hati
Barikade kokoh tercipta di antara kita
Afirmasi pilu telah menyadarkanku
Kau terlampau aksa di angkasa!
Kepada siapa kini kau bersua? Pada Tuhan-kah?
Benar adanya, bahwa kini kau tak tergapai bagi afeksiku
3. By Nurule Freenzy
Jelas, perbedaan terlihat
Antara aku dan kamu
Aku adalah gadis penghujan
Membawa kesedihan dan duka
Kamu adalah pemuda bintang
Membawa cahaya dan ceria
Aku memang bodoh
Hujan dan bintang tidak bisa bersatu
Atau untuk satu tempat yang sama
Namun, Izinkan aku ..
Untuk sekedar memayungimu
Berkecamuk dalam dukamu
Agar tak kau rasakan sakit
Bila tak ku raih bintang
Biarlah aku sekedar memandangmu
Diatas sana, lalu
Izinkanku tetap menikmati cinta semu ini !
4. By Tasori
Duhai bidadari pengajar ngaji
Jahiliah hati sang santri
Kini cerah olehmu sang bidadari
Kau penawar kala kekalutan
Kau pedoman cahaya kebenaran
Hatimu sangatlah
mulia,
berkorban tak harapkan jasa
Ajarmu sangatlah berguna,
rekahkan tunas tunas faedah
bangsa
Sungguh, Kau pengusap air mata duka
Sungguh, Kau penabur suka,
dari landaan ombak merana
Kau pelita tajam bagai sang surya
Pancarkan ketenangan jagat raya
Kau pelangi beribu warna
Hiasi jiwa jiwa manusia, suguhkan embun bahagia
Malam ini aku merindui
Padamu bidadari pengajar ngaji
Malam ini ku puji Ilahi
Kerana, telah tercipta bidadari berseri, yang selalu
tersiram air wudlu suci
Duhai bidadari pengajar ngaji Senyumu membekas direlung
sanubari dan begitu berarti
Matamu menginspirasi untuk ku
tuliskan puisi
Kerudungmu serasi dengan
wajahnya yang indah berseri Perkataan lembut memang nyata
kau berbudi pekerti
Langkah kakimu selalu terniat
mencari ridhonya Ilahi
Duhai bidadari pengajar ngaji,
aku rindu melihatmu mengajarkan tentang Nabi
Tentang agama dan kitab suci
Tentang malaikat dan tugas yang
diamanati
Duhai bidadari pengajar ngaji,
kau sangat sabar ajari santri santri
Kepada santri yang tak mau berbakti
Kepada santri yang suka mencaci
Namun semangatmu selalu
menyinari
Duhai bidadari pengajar ngaji
Pernak-pernik budi pekerti yang kau miliki
Bagai kemilau indahnya permata
Rangkaian kata yang
terlantun dari bibir manisnya
Menyejukan jiwa siapa yang
mendengarkannya
Kau perempuan yang pandai mengemudikan diri
Dari mudorotnya lingkungan
yang keji
Keteguhan iman dan takwa yang tertali didalam hati
Menjadikan engkau soliha
atas bakti pada ilahi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar