Pagi ini hujan lagi-lagi mengguyur daerahku. Ku hela napas pasrah. Sepertinya hari ini aku akan sampai di sekolah dalam keadaan basah kuyup lagi. Mengingat aku harus naik sepeda untuk sampai ke jalan besar dimana angkutan umum biasanya beroperasi. Di tambah lagi rumahku yang berada di daerah pedalaman.
Kuucapkan salam kepada kedua orang tuaku. Mengeluarkan sepeda kesayanganku dari garasi, dan ku kayuh dengan cepat. Tak ku pedulikan rintik-rintik hujan yang mengenai tubuhku. Beruntung saat itu jalanan sedang sepi, sehingga aku bisa mengebut sesukaku.
Sesaat setelah sampai, ku letakkan sepedaku di penitipan sepeda yang memang didirikan di dekan jalan besar itu. Dengan cepat ku hentikan salah satu angkutan umum dan naik. Beberapa orang yang ada di dalam angkutan umum itu melihatku dengan pandangan kasihan. Yup, kasihan. Tentu saja karena bajuku yang dengan suksesnya basah di timpa hujan tadi.
Beberapa saat kemudian angkutan umum yang kutumpangi berhenti di depan sekolahku. Dengan cepat aku keluar dan hendak membayar, ketika akhirnya aku ingat ongkosku masih ada di dalam tas. Dengan cepat ku lepas tas ku dan mengobrak-abrik isinya dan ditambah terkena hujan -lagi-. Tiba-tiba, belum sempat ku berikan ongkosku, angkutan umum itu melaju, meninggalkan diriku yang tengah mencerna kejadian yang terjadi. Hingga akhirnya aku sadar.
"Apa keadaanku terlalu memprihatinkan ya?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar